Jakarta, kpu.go.id – Tahapan pemilu sudah berlangsung, dimulai dengan verifikasi partai politik yang telah dibuka pada tanggal 9 Agustus 2012, Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap menyelenggarakan pemilu. untuk itu KPU menjalin hubungan dengan beberapa media elektronik maupun cetak, untuk mengetahui mengenai bagaimana KPU meningkatkan kinerjanya dari kualitas penyebaran informasi dan partisipasi masyarakat, seperti halnya yang diselenggarakan kemarin malam editor’s forum media cetak dan elektronik, buka puasa bersama para pimpinan media cetak dan elektronik di Hotel Aryaduta, Jakarta (13/8).

Anggota KPU Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP., M.Si mengatakan KPU ingin mengetahui feed back dari rekan-rekan media terkait proses penyelenggaraan pemilu, ada proses tahapan dan berbagai hal aktifitas keorganisasian kita, berikut juga dengan aktifitas yang ada.

“Tahapan sudah kita mulai sejak 9 Agustus 2012 kemarin, sekarang kita sudah mulai tahapan verifikasi parpol dan sudah 4 parpol yang mendaftar di KPU dan tentunya kita juga menunggu partai-partai lain yang ingin mendaftar, pengumuman partai politik 16 Desember 2012, tiga hari setelah penetapan sudah mulai kampanye, dan 2 hal yang tidak boleh adalah kampanye di media dan di lapangan umum”, ujar Ferry.

Pada kesempatan kali ini Ketua KPU Husni Kamil Manik ingin berbagi dengan teman-teman media mengenai bagaimana KPU meningkatkan kinerjanya dari kualitas penyebaran informasi dan partisipasi masyarakat, dan bekerja dengan tuntutan undang-undang yang ada.

“Dalam tekanan pelaksanaan tugas kita selalu dihakimi mengenai proses penyelenggaraan itu sendiri, yang diinformasikan adalah positif namun yang diberitakan adalah negatif. Tahapan ini adalah terukur, namun selalu dominasi yang ditampilkan oleh media itu negatif, kita ingin tau kenapa? Kita tidak juga ingin dimanipulasi soal pemberitaan yang buruk namun disebut baik, kita tidak ingin seperti itu. Bagaimana KPU membangun komunikasinya secara luas dan punya target di pemilu 2014 tidak lagi negatif namun kemajuan positifnya yang diberitakan, kita pahami akan banyak hal dinamika yang nanti akan terjadi, dan kita juga perlu mengetahui apa yang berkembang di masyarakat. Kita juga ingin kerja KPU itu terekspos oleh media sebagai kerja keras. karena media sangat penting. Kontribusi media kami sangat harapkan demi perbaikan KPU kedepan”, ungkap Husni.

Menanggapi hal itu Pemimpin Redaksi Metro TV Elman Saragih, menyatakan pada dasarnya wartawan hampir bisa dikatakan, tidak ada wartawan yang berpikir negatif terhadap penyelenggaraan pemilu, wartawan tidak pernah menganggap KPU itu musuh, bahkan kalau bisa KPU itu bisa menjadi bagian dari teman karena kita butuh berita dan informasi.

“Kami berharap KPU independen dan harus terbuka karena ini manyangkut pemilu presiden dan legislatif, jangan ada yang ditutup-tutupin dan saya harap semua data itu terbuka untuk wartawan dan siapa saja, bahkan sebetulnya sepanjang yang terjadi wartawan berharap KPU kali ini sukses terutama mengenai masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya, Saya pastikan pers akan berada di belakang dan didepan KPU, karena kita sudah capek. Maka itu saya percaya dari anggota KPU yang sekarang menjanjikan dan semoga saja tidak ada yang hijrah ke parpol setelah pemilu. Kita berharap KPU kali ini KPU yang benar, bukan KPU-KPU mainan. Jaga independensi dan jangan berpihak” tegas Elman.

Wartawan Kompas, Nina menambahkan “pengalaman yang saya ikuti pemilu adalah masalah DPT, KPU harus lebih transparan, dan jangan jadi pepesan kosong, KPU yang saya liat sekarang sudah lebih baik, dan niat baik itu seharusnya dieksekusi dengan benar, saya harap KPU harus lebih transparan, jangan ada yang ditutupi karena sekarang masyarakat itu sudah cerdas. Media bekerja sesuai dengan fakta dan jika informasi itu benar kitapun akan memberitakannya dengan positif” kata Nina.

Dalam penutupannya Anggota KPU Ferry menyatakan niat baik tidak hanya dengan niat baik, yang penting adalah aktifitasnya. Pencitraan itu muncul karena kita bekerja dan bekerja. (tdy/red)

Sumber: KPU