Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)

BANDUNG, KOMPAS.com — Hingga kini Pilkada Jawa Barat merupakan yang terbaik di era demokrasi Indonesia.

Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah, provinsi yang memiliki penduduk terbanyak di negara ini sudah memiliki pengalaman dengan segala kesuksesan menggelar sejumlah pemilihan umum mulai dari pemilihan umum presiden, pemilihan umum legislatif, dan pemilihan umu kepala daerah.

“Karena itu, mari pertahankan suasana yang kondusif, aman, tertib, dan nyaman di Jawa Barat sehingga pesta demokrasi dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan semua,” tegas Ferry seusai acara peluncuran tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan gubernur Jabar 2013, Rabu (5/9/2012), di Bandung.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak semua pihak untuk menyukseskan pesta demokrasi di daerahnya.

Menurut Heryawan, saat ini Jawa Barat adalah yang terbaik nasional dalam pelaksanaan pemilihan umum sehingga untuk pelaksanaan pilkada ke depan harus lebih baik lagi.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengungkapkan, pada 24 Februari 2013 saatnya masyarakat memilih calon pemimpinnya dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2013-2018.

Pilkada Jabar akan digabung dengan pilkada Kabupaten Sumedang, Bandung Barat, Kota Cirebon, dan Sukabumi. Di Indonesia, pilkada bersama ini merupakan kedua setelah Provinsi Aceh.

Ahmad Heryawan mengatakan, dengan peluncuran tahapan pilkada Jabar merupakan bukti keseriusan warga, khususnya pihak yang terlibat dalam mempersiapkan Pilkada Jabar Tahun 2013. Diharapkan pedoman yang sudah diluncurkan itu dapat memberikan panduan tahapan sehingga diharapkan berjalan lancar dan benar.

“Kami yakin tahapan ini berdampak positif dan bakal sukses 100 persen,” ujarnya.

Sebagai contoh, tahapan penyerahan DP4 .”Nanti ada tahapan lagi seperti penyerahan DP4 yang akan diberikan pada 28 September 2012. Pemprov akan menyerahkan DP4 yang berisi daftar pemilih seluruh masyarakat Jabar,” tuturnya.

Lebih Rp 1 triliun

Kang Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, mengungkapkan, saat ini pemerintah provinsi juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten di Jabar untuk merekapitulasi data-data calon pemilih.

“Koordinasi ini semua agar daftar pemilih tetap tidak bermasalah dan pilgub Jabar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Heryawan sangat menginginkan kualitas yang lebih baik pada pilgub Jabar 2013. Karena itu, Pemprov Jabar tak ragu-ragu menggelontorkan dana hingga lebih dari Rp 1 triliun untuk pelaksanaannya.

“Anggaran besar ini untuk modal dasar pembangunan yang hasilnya akan melebihi modal tersebut,” tegasnya.

Sumber: kompas.com

Iklan