BANDUNG, PPK-JTW – ADA enam orang yang akan menjadi bakal calon perseorangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013. Keenam orang ini, setidaknya yang dicatat berdasarkan kehadiran saat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) mengundang tokoh masyarakat yang berminat dan berniat masuk bursa pencalonan lewat jalur independen.

Mereka yang hadir diwakili oleh para utusannya di kantor KPU Jabar Jl. Garut No.11 Bandung, Kamis (20 September 2013, untuk mengikuti rapat koordinasi KPU Jabar dengan tokoh masyarakat Indonesia dalam rangka persiapan pelaksanaan pendaftaran bakal calon perseorangan dalam Pilgub 2013, adalah Dikdik Mulyana Arif Mansyur, Dedi Supriadi alias Deddy Dores, Maman Daning, Endang Ilyas, Daday Hudaya, dan seorang lagi—kalau tidak salah mencatat—HR. Eky Darmatil.

Kehadirannya di rakor itu rata-rata ingin dulu mendengarkan paparan Komisioner sekaligus Ketua Pokja Pencalonan, Teten Setiawan, Komisioner Pokja Sosialisasi Ferdiman dan Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU Jabar Teppy Dharmawan, terutama yang menyangkut persyaratan serta mekanisme dan prosedur pencalonan. Merekapun ingin kepastian syarat jumlah minimal dukungan yang nanti harus dikumpulkan oleh setiap pasangan bakal calon perseorangan.

Istilah mereka datang dan hadir di situ sekadar untuk penjajakan. Malah lima dari enam utusan tokoh masyarakat secara terang-terangan mengaku belum melakukan apapun, apagi mengerahkan tim sukses untuk memobilisasi dan mengumpulkan dukungan. Ketika itu mereka menganggap masih ada waktu berpikir dan berhitung dulu, istiharah, sebelum melangkah ke ikhtiar untuk pencalonan pada Pilgub 2013.

Dalam rakor yang digelar atas dasar inisiatif Pokja Sosialisasi dan Pokja Pencalonan ini, ada juga seorang utusan yang secara terang-terangan menyatakan keraguannya, terutama menyangkut pengamanan surat dukungan dokumen yang nanti diserahkan ke KPU Jabar dan PPS (Panitia Pemungutan Suara). Iapun meragukan kejujuran KPU Jabar dalam meloloskan pasangan calon perseorangan.

Namun, Teten berusaha meyakinkan bahwa KPU Jabar tidak akan mengorbankan amanat rakyat Jawa Barat, yang dimplementasikan pada komitmen internal untuk bekerja keras menyelenggarakan Pilgub yang luber (lancar, umum, bebas dan rahasia), jurdil (jujur dan adil), sehat dan bersih. KPU Jabar telah memancangkan niat dan membulatkan tekad , untuk menggunakan sebaik-baiknya dana Pilgub 2013 dari APBD yang jumlahnya mencapai Rp. 700 milyar.

“Tidak mungkin kami mengorbankan dana publik, mengkhianati amanat dan kepercayaan masyarakat hanya untuk kepentingan satu atau dua orang. Dengan mengundang para tokoh masyarakat ke sinipun merupakan bagian dari transparansi yang ingin kami terapkan, khususnya dalam proses pencalonan untuk pasangan calon perseorangan. Jangan sampai ada yang bilang: Wah, meni euweuh nu ngabejaan,” papar Teten.

Maka dalam rakor di luar aturan perundangan-undangan pemilu, tetapi digelar atas dasar inisiatif KPU Jabar dengan itikad untuk memberikan penjelasan kepada tokoh masyarakat, dijelaskan secara panjang lebar Peraturan KPU Nomor 9/2012 tertanggal 13 Agustus 2012 perihal pencalonan dari pasangan calon perseorangan. Sampai masalah teknis berupa contoh pengisian surat keterangan, surat pemberitahuan dan surat pernyataan, juga diberitahukan kepada mereka.

Sampai dalam rakor dengan KPU dan Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota se-Jawa Barat, Rabu (26/9), Teten masih mengungkapkan kekhawatirannya akan muncul tuduhan “penggelapan” dokumen dukungan dari tim sukses pasangan calon perseorangan. Karenanya, ia berjanji akan mensterilkan kantor lingkungan kantor KPU Jabar dari tanggal 1 sampai 8 Oktober mendatang, bekerjasama dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Pokoknya, untuk pasangan calon perseorangan, KPU Jabar telah sedemikian rupa merancang persiapan berikut jaminan keamanan dan asas jurdilnya. Yang menimbulkan pertanyaan sekarang adalah justru dari calonnya sendiri, apakah akan selalu berpijak pada asas demokrasi atau tidak. Sebab, pemaksaan kehendak dengan mengingkari aturan perundang-undangan kerap terjadi dalam pilkada (pemilihan kepada daerah dan wakil kepala daerah) di republik ini.

Pilgub 2013 sebentar lagi. Bahkan jadwal pengumuman, proses penyerahan dokumen dukungan dan verifikasinya, penetapan pasangan calon dan pengumuman nomor urutnya, dimulai akhir September ini. Bisa dilihat siapa saja diantara tokoh masyarakat yang sungguh-sungguh ingin menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat. Sebab, dari enam tokoh yang mengutus wakilnya ke KPU Jabar, baru seorang yang mengklaim telah mengantongi dukungan dari 3 juta pemilih. Lihat saja nanti. (Ilman Ferdiana/MC/KPUJBR)

Sumber: KPU Provinsi Jawa Barat

Iklan