BANDUNG, PPK-JTW – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) selaku penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013, tidak dapat berbuat banyak apalagi memberikan peringatan atau sanksi kepada bakal calon yang memasang baliho tentang pencalonannya berikut gambar diri mereka masing-masing. Sebab, KPU Jabar sendiri belum menerapkan aturan mengenai kampanye. 

Begitu pula fenomena maraknya baliho yang dipasang oleh tim sukses para calon di beberapa ruas jalan Kota Bandung, dan bahkan terpampang pula di berbagai kabupaten/kota lain di Jawa Barat, sesungguhnya belum dapat dikategorikan sebagai kampanye atau “kampanye terselubung”, sekalipun calon yang bersangkutan telah mendaftarkan diri ke KPU. Berarti, pemasangan baliho ini masih dalam batas-batas sosialisasi dari bakal calon, agar hasrat pencalonan mereka diketahui masyarakat luas. 

“Untuk saat ini, kami belum mengambil sikap terhadap bakal calon yang memasang baliho di mana-mana. Kami tarik manfaatnya. Karena secara langsung atau tidak, pemasangan baliho itu justru membantu KPU dalam menyosialisasikan penyelenggaraan Pilgub 2013,” kilah Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat, ketika menjawab pertanyaan reporter dalam acara yang disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi di Bandung, Jumat (16/11). 

“Yang disebut kampanye dalam Pilgub atau Pilkada, adalah kegiatan yang dihadiri oleh pasangan calon, di dalamnya ada ajakan dan sifatnya akumulatif. Artinya, kalau salahsatu unsur saja tidak ada, maka itu tidak bisa disebut kampanye. Sekarang ‘kan belum ada pasangan calon. Sementara 5 pasangan yang sudah mendaftar KPU, yaitu satu pasangan dari perseorangan serta 4 pasangan lainnya dari partai politik dan gabungan partai politik, itu baru disebut bakal pasangan calon,” tukasnya. 

Aturan kampanye, lanjut Yayat, baru akan diterapkan apabila sudah ada calon melalui penetapan dan pengumuman pasangan calon yang memenuhi persyaratan oleh KPU Jabar pada 17 Desember 2012. Sedangkan masa kampanye telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 9/2012 yaitu 14 hari. Selanjutnya, masa tenang selama 3 hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilgub, Minggu 24 Februari 2013, atau H-14+3. 

Untuk dapat ditetapkan menjadi pasangan calon dan berkampanye pada masa yang ditentukan, ke-5 bakal pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU Jabar harus terlebih dulu menempuh verifikasi atau penelitian terhadap kelengkapan dan keabsahan berkas persyaratan administrasi, dan klarifikasi kepada instansi berwenang. Kemudian, bakal pasangan calon harus pula mengikuti pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani oleh tim dokter khusus dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. 

“Dari bakal pasangan calon untuk jadi pasangan calon, itu masih jauh. Harus melewati dulu verifikasi dan pemeriksaaan kesehatan. Kalau dalam verifikasi terhadap berkas persyaratan yang diajukan ke KPU ada kejanggalan, kami akan koordinasi dengan pihak pemerintah berwenang untuk menindaklanjutinya,” kata Yayat seraya menjawab pertanyaan, sejauh ini proses penyelenggaraan Pilgub 2013 berjalan lancar dan tidak ada masalah. 

Begitu pula di tingkat PPS (Panitia Pemungutan Suara), menurutnya, KPU Jabar belum menerima laporan tentang adanya kendala di lapangan yang dihadapi oleh PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih), terutama dalam mengolah DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dijadikan DPS (Daftar Pemilih Sementara), dan selanjutnya ditetapkan menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap). 

Ia meminta masyarakat Jawa Barat agar berpartisipasi aktif terhadap penyelenggaraan Pilgub 2013, dengan mengawali bersikap proaktif dalam tahapan penyusunan DPS dan DPT, “Kalau merasa belum terdaftar, mohon datang ke petugas dan pastikan agar nama kita betul-betul terdaftar sebagai pemilih. Pokoknya, kami tidak ingin ada seorangpun yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya”. (MC/KPUJBR)

Sumber: KPU Provinsi Jawa Barat

 

Iklan