Tim IDI Menyerahkan Berkas Pemeriksaan 5 Bakal Calon

Tim IDI menyerahkan berkas pemeriksaan kesehatan 5 Bakal Calon ke KPU Jabar

BANDUNG, PPK-JTW – Berkas hasil pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani terhadap 5 bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Jumat (30/11), diserahkan oleh tim dokter melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat kepada Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) melalui prosesi penyerahan di ruang rapat Sekretaris KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung.

Dalam prosesi yang berlangsung singkat dimulai pukul 10.00 itu, berkas hasil pemeriksaan tersebut bermula dari tangan Ketua Tim Pemeriksa Erwan Martanto, kemudian diserahkan kepada Ketua IDI Jabar Rulyanto. Setelah dari Rulyanto diserahkan lagi kepada Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, selanjutnya oleh Yayat diserahkan kepada Komisioner KPU Jabar sekaligus Ketua Pokja Pencalonan, Teten Setiawan.

Seusai melaksanakan prosesi penyerahan yang disaksikan Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman, Komisioner merangkap Ketua Pokja Sosialisasi Ferdhiman, Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Jabar Teppy Dharmawan, Wakil Ketua IDI Jabar Noormathani, perwakilan Direksi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Andri Reza dan Martha, Rulyanto menjelaskan kepada wartawan dari berbagai bahwa IDI hanya melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 10 orang bakal calon berdasarkan pemintaan KPU Jabar.

“Masalah hasilnya apakah ada bakal calon yang tidak sehat, nanti KPU yang menjelaskan. Apakah sehat semua? Insya Allah, saya sendiri tidak bisa memberikan komentar, karena itu kewenangan KPU. Kami hanya melaksanakan pemeriksaan, dan berkas hasilnya kami serahkan kepada KPU. Nanti berkasnya dibuka oleh KPU. KPU sendiri akan mengadakan rapat pleno mengenai hasil pemeriksaan kami, untuk kemudian diputuskan,” kata Rulyanto.

Menjawab pertanyaan, ia menerangkan pandangan IDI mengenai pemeriksaan kesehatan tidak selalu sejalan dengan apa yang dilihat, sehingga tidak dapat memberikan opini apa-apa. Sebab, orang yang tampak sehat tetapi mungkin saja menderita penyakit. Begitu juga terhadap orang yang kelihatannya agak lemas, lesu, mungkin saja sehat. Maka kaitan ini IDI tidak bisa mengomentari, karena pemeriksaan tidak bisa dikira-kira.

“Dari pemeriksaan yang dilaksanakan 2 hari (Sabtu 24/11 dan Minggu 25/11), IDI menyampaikan hasil ini-itu yang ditemukan pada bakal calon. Itu saja. Kami hanya memberikan petunjuk-petunjuk sesuai yang digunakan KPU dalam pemilihan presiden dan wakilnya, dan lain sebagainya. Kami beri petunjuk inilah yang dikatakan lulus dan inilah yang dikatakan tidak lulus. Silahkan KPU melihat apakah ada atau tidak ada dari bakal calon yang masuk kriteria-kriteria itu. Ada visibilitynya. Kami tidak membuat petunjuk sendiri. Dalam hal ini ada peraturan yang ditetapkan secara nasional,” ungkapnya.

Ditanya dari 10 bakal calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 ada yang sehat 100 persen, ia menjawab untuk kriteria itu cukup sulit. Sebab, ambil contoh seseorang yang kolesterolnya 200, sulit disebut sehat atau tidak. Karena boleh jadi setelah makan obat besoknya orang itu sehat kembali, dengan kolesterol 150.

“Kriteria sehat itu banyak. Misalnya berdasarkan WHO (World Health Organization) adalah yang sehat jasmani-rohani dan lain sebagainya. Tapi itu sangat umum, dan orang tidak lepas dari penyakit. Maka pemeriksaan lebih mengarah pada yang berbahaya atau tidak, apakah penyakitnya itu berakibat mengganggu pekerjaannya atau tidak. Itulah yang kami lihat, dan hasilnya sudah saya serahkan ke KPU. Biar KPU yang menyampaikan,” ujar Yulyanto.(MC/KPUJBR)

Sumber: KPU Provinsi Jawa Barat

Iklan