BANDUNG, PPK-JTW, Pemutakhiran data pemilih yang dilakukan jajaran Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) mencatat adanya selisih angka yang cukup tajam, dari 36.642.289 pemilih berdasarkan DP4 (data penduduk potensial pemilih pemilu) menjadi 32.263.397 pemilih setelah penyusunan DPS (daftar pemilih sementara) atau berkurang 4.378.892.

Selisih berkurang angka pemilih hampir 12 persen untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 itu terungkap dalam rapat koordinasi KPU Jabar dengan KPU kabupaten/kota, di Aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, Jumat (14/12). Dalam rakor ini KPU Jabar merekap jumlah DPS hasil pendataan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) di tiap PPS (Panitia Pemungutan Suara), yang dihimpun dan diproses oleh KPU kab/kota masing-masing.

Berkurangnya jumlah pemilih dari 36,6 juta berdasarkan DP4 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan DPS yang direkap dari 26 kab/kota sebanyak 32,2 juta, diketahui setelah Kepala Sub Bagian Teknis KPU Jabar, Edi Ruswendi, menghimpun hasil pemutakhiran data/daftar pemilih dari KPU kab/kota yang meliputi jumlah pemilih pada DP4, jumlah DPS berikut jenis kelamin pemilih (laki-laki/perempuan), jumlah TPS (tempat pemungutan suara) dan selisih DP4 dengan DPS, untuk disesuaikan dengan data terakhir yang masuk ke KPU Jabar.

Pada rakor yang dipimpin Komisioner KPU Jabar merangkap Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman, seluruh perwakilan KPU kab/kota menyampaikan jumlah pemilih berdasarkan DP4 dan DPS, masing-masing Kab. Bogor DP4 sebanyak 3.773.125 dan DPS 3.369.813, Kab. Sukabumi DP4 1.894.045 dan DPS 1.702.393, Kab. Cianjur DP4 2.053.438 dan DPS 1.663.970, Kab. Bandung DP4 2.917.051 dan DPS 2.256.549, Kab. Garut 1.997.106 dan DPS 1.763.208, Kab. Tasikmalaya DP4 1.409.238 dan DPS 1.341.508.

Kab. Ciamis 1.319.155 dan DPS 1.248.041, Kab. Kuningan DP4 949.239 dan DPS 851.389, Kab. Cirebon DP4 1.938.506 dan DPS 1.676.475, Kab. Majalengka DP4 971.904 dan DPS 941.480, Kab. Sumedang DP4 910.671 dan DPS 829.637, Kab. Indramayu DP4 1.717.702 dan DPS 1.473.203, Kab. Subang DP4 1.348.079 dan DPS 1.136.958, Kab. Purwakarta DP4 700.422 dan DPS 645.233, Kab. Karawang DP4 1.854.388 dan DPS 1.704.946, Kab. Bekasi DP4 2.069.434 dan DPD 1.837.210.

Kab. Bandung Barat DP4 1.480.970 dan DPS 1.173.404, Kota Bogor DP4 739.980 dan DPS 680.782, Kota Sukabumi DP4 255.548 dan DPS 220.306, Kota Bandung DP4 1.959.070 dan DPS 1.706.599, Kota Cirebon DP4 250.730 dan DPS 230.107, Kota Bekasi DP4 1.712.663 dan DPS 1.617.479, Kota Depok DP4 1.359.310 dan DPS 1.246.981, Kota Cimahi DP4 406.460 dan DPS 355.802, Kota Tasikmalaya DP4 509.817 dan DPS 452.504, Kota Banjar DP4 144.029 dan DPS 139.055.

Sesaat sebelum rekapitulasi DPS berikut selisihnya dengan DP4 dan jumlah TPS, Ferdhiman mengungkapkan dari 26 kab/kota di Jawa Barat yang paling tinggi angka selisih kurangnya adalah Kab. Bandung, yaitu mencapai lebih 660 ribu. Sementara yang paling rendah angka selisihnya, yaitu Kota Banjar yang juga memiliki jumlah pemilih paling sedikit.

Kepada pejabat KPU Jabar dan KPU kab/kota, ia meminta hasil rekap tersebut harus sudah dapat diakses melalui jaringan internet atau website selambat-lambatnya Senin (17/12), agar diketahui publik untuk membantu proses selanjutnya dalam perbaikan dan penyempurnaan DPS menjadi DPT (daftar pemilih tetap). Diberitahukan pula oleh Ferdhiman, DPS akan diserahkan kepada bakal calon pada penetapan pasangan calon di Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung, Selasa (18/12). (MC/KPUJBR)

Sumber: Media Center KPU Provinsi Jawa Barat

Iklan