BANDUNG, PPKJTW- Tim kampanye 5 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Kamis (20/12) sore, berkumpul dalam rapat koordinasi memenuhi undangan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar). Mereka diajak merumuskan kesepakatan pelaksanaan tahapan kampanye selama 14 hari mulai 7 s/d. 20 Februari 2013, dan menyusun kegiatan yang legal dan disepakati bersama untuk mengisi kekosongan waktu menunggu masa kampanye hingga 47 hari ke depan.

Rakor tersebut berlangsung di ruang rapat pleno Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, diprakarsai dan dipimpin Komisioner KPU Jabar merangkap Ketua Pokja Pencalonan Teten Setiawan serta dihadiri pula utusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Komisi Informasi Publik (KIP) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, dan perwakilan dari Polda Jabar.

Kepada tim kampanye 5 pasangan calon, masing-masing pasangan perseorangan Dikdik Muliana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, Irianto MS. Syafiuddin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim, Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf) dan Lex Laksamana Zaenal, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, Teten mengemukakan perlunya dirumuskan kegiatan apa saja yang boleh dilakukan selama 47 hari ke depan menjelang tahapan masa kampanye.

Sebab, pihaknya tidak menghendaki setelah rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon yang disusul keesokan harinya mengadakan rapat pleno penetapan nomor urut pasangan calon, para calon melakukan aktivitas seperti ketika masih berstatus sebagai bakal calon. Dengan demikian, menurut Teten, KPU Jabar menganggap penting mengundang tim kampanye semua pasangan calon untuk membuat kesepakatan mengenai hal apa yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh.

“Kalau yang 14 hari dari tanggal 7 sampai 20 Februari 2013 itu sudah jelas, memang harus dimanfaatkan untuk kampanye. Yang sangat penting untuk kita bahas bersama, adalah yang 47 hari ke depan sebelum memasuki masa kampanye. Inilah yang harus diatur dalam bentuk kesepakatan. Kesepakatannya, tentu saja mengandung konsekuensi, misalnya semua alat peraga dibuka, tidak diskriminatif, peluang 47 hari ke depan dimanfaatkan oleh semua pasangan calon secara adil,” tutur Teten.

Ia menganggap masa 47 hari ke depan sebagai “masa abu-abu” yang jelas berbeda dengan masa kampanye, yang selama 14 hari pasangan calon berada dalam situasi legal melakukan aktivitas kampanye dengan mengundang massa, menyampaikan visi-misi, dan mengajak masyarakat untuk memilihnya pada pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 24 Februari 2013.

Salahseorang Komisioner Panwaslu Jabar, Dadan Firdaus, dalam rakor tersebut menyebutkan tugas pengawasannya meliputi seluruh penyelenggaraan pemilu termasuk Tahapan, Program dan Jadwal Pilgub 2013. Kaitan dengan kesepakatan yang sedang dirumuskan KPU Jabar bersama tim kampanye semua pasangan calon, juga akan diawasi pelaksanaannya di lapangan.

“Namun kesepakatannya tidak sekadar lisan, melainkan perlu secara tertulis dan ditandatangani bersama, sehingga nanti menjadi pegangan tim kampanye dari 5 pasangan calon. Sebab, aturan yang tertulis saja bisa dilanggar dan saling tabrak, apalagi kalau cuma lisan. Oleh karenanya, silakan rumuskan bentuk kesepakatannya. Yang disepakatilah yang nanti diawasi oleh Panwaslu. Ya, biar Panwaslu bisa enjoy mengawasi, dan tim kampanyepun bisa enjoy melaksanakan kampanyenya,” kata Dadan.

Dari rakor tersebut diketahui masa kampanye selama 14 hari, 1 hari akan diisi penyampaian misi-visi pasangan calon, dan 13 hari lagi melakukan kampanye dengan rapat terbuka di kabupaten/kota se-Jawa Barat di wilayah yang diatur dalam 5 zona. Yakni Zona Tengah, Zona Barat, Zona Timur, Zona Selatan dan Zona Utara. Pengaturan zona ini menjadi bagian dari rumusan kesepakatan yang akan disepakati dalam rakor susulan minggu depan. (MC/KPUJBR)

Sumber: Media Center KPU Provinsi Jawa Barat