Cegah Kriminalisasi Terhadap Penyelenggara Pemilu

Tinggalkan komentar

Kapolri, Jenderal Pol. Timur Pradopo dan Ketua KPU, Husni Kamil

Kapolri, Jenderal Pol. Timur Pradopo dan Ketua KPU, Husni Kamil

JAKARTA, PPK-JTW. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengatakan penyelenggara  pemilihan umum (pemilu) berpotensi mengalami kriminalisasi. Sebab setiap keputusan KPU dapat digugat oleh  pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan keputusan tersebut.

“Apa yang diputuskan KPU dapat menjadi objek gugatan dan kriminalisasi. Kami berharap aparat penegak hukum bersama KPU dapat membangun kesepahaman terkait masalah-masalah kepemiluan,” ujanya saat  membacakan sambutan usai menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tentang Penyelenggaraan Pengamanan Pemilu 2014.

Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo hadir dalam acara yang diselenggarakan di Ruang Utama KPU lantai 2  Jalan Imam Bonjol No 29 tersebut. Selain itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara Badan Pengawas  Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) tentang Sentra Penegakan Hukum  Terpadu (Sentra Gakkumdu).

Husni mengatakan jika ada perbedaan pemahaman antara penyelenggara pemilu dengan aparat penegak hukum  terkait dengan tahapan yang sedang dijalankan, sebaiknya dilakukan dialog dan musyawarah untuk mencapai  mufakat. “Dialog perlu kita lakukan sehingga ada kesamaan pemahaman dan penyelenggara pemilu terhindar  dari kriminalisasi,” ujarnya.

Mantan Anggota KPU Sumatera Barat dua periode ini merespons positif kehadiran sentra gakkumdu. Dia  berharap forum tersebut dapat bekerja secara efektif dan sesuai prosedural. “Kami berharap sentra  gakkumdu bekerja tidak hanya saat terjadi pelanggaran tetapi dalam kondisi ada indikasi pelanggaran pun  sudah harus dibahas,” ujarnya.

Husni menegaskan penyelenggaraan tahapan pemilu tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada KPU, tetapi  semua komponen atau stakeholders bertanggung jawab menyukseskan penyelenggaraan pemilu.

Husni juga meminta jajaran KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota bekerja secara tertib, profesional dan taat  aturan. “Jangan gara-gara takut diproses sentra gakkumdu baru bekerja profesional. Kita bekerja secara  merdeka dalam menyelenggarakan pemilu,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan pada setiap tahapan penyelenggaraan pemilu berpotensi ada  gangguan keamanan, penyimpangan dan kecurangan. “Ada potensi konflik daftar pemilih tetap (DPT), politik  uang, intimidasi dan kekerasan. Butuh dukungan semua pihak untuk mengantisipasi berbagai persoalan  tersebut,” ujarnya.

Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan kesamaan persepsi antar penegak hukum merupakan landasan utama  penegakan hukum dalam mewujudkan keadilan. Sementara Ketua Bawaslu Muhammad menegaskan kewenangan yang  cukup besar yang diberikan undang undang kepada Bawaslu dalam pengawasan pemilu membutuhkan pendampingan  dari Kepolisian dan Kejaksaan.

“Bawaslu tidak berpengalaman sebagai penyidik dan penuntut seperti Polisi dan Jaksa. Sementara undang-undang memberikan kewenangan tersebut kepada Bawaslu. Karenanya, kami membutuhkan pendampingan dari  Polisi dan Jaksa sehingga pelaksanaannya berjalan efektif,” ujarnya. (gd)

Sumber: KPU

Iklan

KPU Jabar Tetapkan DPT Pilgub 2013

Tinggalkan komentar

BANDUNG, PPK-JTW. Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 berjumlah 32.536.980 pemilih, terdiri dari  pemilih laki-laki 16.382.180 orang dan pemilih perempuan 16.154.800 orang, dengan kebutuhan penyediaan  sebanyak 74.948 TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Jumlah pemilih di Jawa Barat berdasarkan DPT yang totalnya mencapai 32,536 juta lebih tersebut,  ditetapkan setelah satu persatu perwakilan KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat menyampaikan hasil rapat  pleno penetapan DPT di kab/kotanya pada “Rapat Pleno Penetapan DPT Pilgub 2013” di Aula Sekretariat KPU  Jabar, Jl. Garut No. 11 Bandung, Selasa (15/1).

Dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat beserta komisioner lainnya masing-masing  Ferdhiman, Teten Setiawan, Iin Endah Setiawati dan Achmad Heri, Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman, tim  kampanye dari 5 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, beberapa petugas dan Komisioner  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jawa Barat Dadan Firdaus dan utusan Polda Jabar, terungkap bahwa DPT  yang ditetapkan itu merupakan rekapitulasi hasil perubahan sebelum dirapatplenokan di KPU kab/kota.

Bagi pemilih tambahan yang tidak terakomodir dalam DPT, menurut Komisioner KPU Jabar selaku Ketua Pokja  Sosialisasi dan Pendataan Pemilih, Ferdhiman, dapat menyusul didaftarkan oleh PPS (Panitia Pemungutan  Suara) dalam lampiran khusus serta diundang agar bisa menggunakan hak pilihnya atas persetujuan pihak  Panwaslu dan tim kampanye. Pemilih tambahan harus didaftar secara terinci nama berikut tempat/tanggal  lahir, alamat, pekerjaan dan data-data kependudukan lainnya (KTP/kartu keluarga).

Sementara kab/kota yang memiliki daftar pemilih tambahan setelah penetapan DPT, yaitu Kab. Bogor sebanyak 107 pemilih, Kab. Sukabumi 28 pemilih, Kab. Cianjur 200 pemilih, Kab. Bandung 195 pemilih, Kab. Kuningan 55 pemilih, Kab. Cirebon 663 pemilih, Kab. Bandung Barat 931 pemilih, Kota Bogor 145 pemilih, Kota Cirebon 4 pemilih, dan Kota Banjar 25 pemilih.

Penetapan DPT dilandasi pandangan Panwaslu dan tim kampanye dari 5 pasangan calon yang menyatakan tidak keberatan terhadap DPT yang disampaikan KPU kab/kota, sepanjang pemilih yang tidak masuk dalam DPT diakomodir, didaftar dalam lampiran sebagai pemilih tambahan, dan diundang oleh PPS untuk menggunakan hak pilihnya pada 24 Februari 2013.

DPT Pilgub 2013 sebanyak itu berdasarkan hasil rekapitulasi dari DPT di 26 kab/kota di Jawa Barat, masing-masing:

  1. Kab. Bogor: jumlah pemilih laki-laki 1.713.206 orang, pemilih perempuan 1.626.689 orang, total 3.339.895 pemilih dan 7.379 TPS,
  2. Kab. Sukabumi: pemilih laki-laki 892.239, pemilih perempuan 871.480, total 1.763.719 pemilih, 4.218 TPS.
  3. Kab. Cianjur: pemilih laki-laki 857.887, pemilih perempuan 837.221, total 1.695.108 pemilih, 4.039 TPS,
  4. Kab. Bandung: pemilih laki-laki 1.185.387, pemilih perempuan 1.153.129, total 2.338.516 pemilih, 5.290 TPS,
  5. Kab. Garut: pemilih laki-laki 897.786, pemilih perempuan 869.574, total 1.767.360 pemilih, 4.064 TPS,
  6. Kab. Tasikmalaya: pemilih laki-laki 672.970, pemilih perempuan 661.165, total 1.334.135 pemilih, 2.955 TPS.
  7. Kab. Ciamis: pemilih laki-laki 617.818, pemilih perempuan 629.045, total 1.246.863 pemilih, 2.975 TPS,
  8. Kab. Kuningan: pemilih laki-laki 435.745, pemiih perempuan 425.208, total 860.953 pemilih, 2.089 TPS,
  9. Kab. Cirebon: pemilih laki-laki 870.639, pemilih perempuan 847.303, total 1.717.942 pemilih, 4.095 TPS,
  10. Kab. Majalengka: pemilih laki-laki 473.221, pemilih perempuan 479.773, total 952.994 pemilih, 2.174 TPS.
  11. Kab. Sumedang: pemilih laki-laki 414.164, pemilih perempuan 417.316, total 831.480 pemilih dan 2.192 TPS,
  12. Kab. Indramayu: pemilih laki-laki 710.575, pemilih perempuan 735.790, total 1.446.365 pemilih, 3.400 TPS,
  13. Kab. Subang: pemilih laki-laki 577.324, pemilih perempuan 587.238, total 1.164.562 pemilih, 2.671 TPS,
  14. Kab. Purwakarta: pemilih laki-laki 321.449, pemilih perempuan 319.672, total 641.121 pemilih, 1.467 TPS.
  15. Kab. Karawang: pemilih laki-laki 840.004, pemilih perempuan 840.997, total 1.681.001 pemilih, 3.353 TPS,
  16. Kab. Bekasi: pemilih laki-laki 963.591, pemilih perempuan 949.312, total 1.912.903 pemilih, 4.087 TPS,
  17. Kab. Bandung Barat: pemilih laki-laki 596.300, pemilih perempuan 580.619, total 1.176.919 pemilih, 2.861 TPS,
  18. Kota Bogor: pemilih laki-laki 346.579, pemilih perempuan 340.355, total 686.934 pemilih, 1.798 TPS,
  19. Kota Sukabumi: pemilih laki-laki 112.074, pemilih perempuan 111.936, total 224.010 pemilih, 577 TPS.
  20. Kota Bandung: pemilih laki-laki 856.309, pemilih perempuan 847.100, total 1.703.409 pemilih, 4.025 TPS,
  21. Kota Cirebon: pemilih laki-laki 115.236, pemilih perempuan 116.763, total 231.999 pemilih, 542 TPS,
  22. Kota Bekasi: pemilih laki-laki 816.178, pemilih perempuan 815.546, total 1.631.724 pemilih, 3.567 TPS,
  23. Kota Depok: pemilih laki-laki 611.648, pemilih perempuan 607.706, total 1.219.354 pemilih, 2.837 TPS,
  24. Kota Cimahi: pemilih laki-laki 184.223, pemilih perempuan 187.994, total 372.217 pemilih, 847 TPS,
  25. Kota Tasikmalaya: pemilih laki-laki 229.610, pemilih perempuan 224.149, total 453.759 pemilih, 1.140 TPS, dan
  26. Kota Banjar: pemilih laki-laki 68.400, pemilih perempuan 70.985, total 139.385 pemilih, 306 TPS. (MC/KPUJBR)

Sumber: KPU Provinsi Jawa Barat

Jumlah DPT Pilgub Ditaksir 32,646 Juta

Tinggalkan komentar

BANDUNG, PPK-JTW. Berdasarkan rekapitulasi hasil rapat pleno penetapan DPT (daftar pemilih tetap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota se-Jawa Barat yang disampaikan ke KPU Provinsi Jawa Barat, DPT untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 sekurang-kurangnya berjumlah 32.646.908 orang. Jumlah DPT mencapai 32,646 juta lebih itu menunjukkan adanya kenaikan 383.511 dibanding DPS (daftar pemilih sementara) yang ditetapkan KPU Jabar bulan lalu sebanyak 32.263.397 orang.

Angka total pemilih berikut jumlah TPS (tempat pemungutan suara) sebanyak 74.948 yang direkap pada “Rapat Persiapan Penetapan DPT dan Pelaksanaan Kampanye pada Penyelenggaraan Pilgub 2013” di Aula Sekretariat KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, Senin (14/1), kemungkinan besar akan bertambah sekalipun tidak signifikan. Karena KPU kab/kota baru akan menyampaikan penambahannya dalam Rapat Pleno Penetapan DPT yang digelar KPU Jabar Selasa (15/1) besok.

“Kita pastikan dulu dari daftar pemilih yang sudah disusun dan ditetapkan sebagai DPT oleh KPU kab/kota, supaya yang bertugas di bidang logistik bisa menentukan penyediaan surat suara. Yang kami rekap sekarang hanya DPT dari kab/kota yang dirapatplenokan. Sedangkan pemilih tambahan yang belum terdaftar agar disusulkan pada rapat pleno di sini besok,” seru Komisioner KPU Jabar merangkap Ketua Pokja Sosialisasi dan Penyusunan Daftar Pemilih (Sundapil), Ferdhiman.

Kepada para komisioner KPU kab/kota, ia meminta dalam menyusulkan pemilih tambahan pada rapat pleno penetapan DPT KPU Jabar, agar selain nama juga dilengkapi alamat dan data-data lain kependudukan yang bersangkutan, “Kalau yang disusulkan hanya nama pemilihnya tanpa alamat yang jelas, kita tidak akan tahu yang bersangkutan harus mencoblos di TPS mana. Untuk itu, pemilih susulan harus lengkap data kependudukannya”.

Hasil pencatatan pada rapat persiapan penetapan DPT, membuktikan jumlah DPT berikut TPS sebanyak itu direkap dari 26 kab/kota se-Jawa Barat, masing-masing Kab. Bogor: Jumlah pemilih laki-laki 1.713.206 orang, pemilih perempuan 1.626.689 orang, total 3.339.895 pemilih dan 7.379 TPS. Kab. Sukabumi: Pemilih laki-laki 892.239, pemilih perempuan 871.480, total 1.763.719 pemilih, 4.218 TPS.

Kab. Cianjur: Pemilih laki-laki 857.887, pemilih perempuan 837.221, total 1.695.108 pemilih, 4.039 TPS. Kab. Bandung: Pemilih laki-laki 1.183.028, pemilih perempuan 1.150.452, total 2.333.480 pemilih, 5.290 TPS. Kab. Garut: Pemilih laki-laki 897.786, pemilih perempuan 869.574, total 1.767.360 pemilih, 4.064 TPS. Kab. Tasikmalaya: Pemilih laki-laki 672.970, pemilih perempuan 661.165, total 1.334.135 pemilih, 2.955 TPS.

Kab. Ciamis: Pemilih laki-laki 617.818, pemilih perempuan 629.045, total 1.246.863 pemilih, 2.975 TPS. Kab. Kuningan: Pemilih laki-laki 435.745, pemiih perempuan 425.208, total 860.953 pemilih, 2.089 TPS. Kab. Cirebon: Pemilih laki-laki 870.639, pemilih perempuan 847.303, total 1.717.942 pemilih, 4.095 TPS. Kab. Majalengka: Pemilih laki-laki 473.221, pemilih perempuan 479.773, total 952.994 pemilih, 2.174 TPS.

Kab. Sumedang: Pemilih laki-laki 414.164, pemilih perempuan 417.316, total 831.480 pemilih dan 2.192 TPS. Kab. Indramayu: Pemilih laki-laki 710.575, pemilih perempuan 735.790, total 1.446.365 pemilih, 3.400 TPS. Kab. Subang: Pemilih laki-laki 577.324, pemilih perempuan 587.238, total 1.164.562 pemilih, 2.671 TPS. Kab. Purwakarta: Pemilih laki-laki 321.449, pemilih perempuan 319.672, total 641.121 pemilih, 1.467 TPS.

Kab. Karawang: Pemilih laki-laki 898.746, pemilih perempuan 899.572, total 1.798.318 pemilih, 3.353 TPS. Kab. Bekasi: Pemilih laki-laki 963.591, pemilih perempuan 949.312, total 1.912.903 pemilih, 4.087 TPS. Kab. Bandung Barat: Pemilih laki-laki 596.198, pemilih perempuan 580.619, total 1.176.919 pemilih, 2.861 TPS. Kota Bogor: Pemilih laki-laki 346.579, pemilih perempuan 340.355, total 686.934 pemilih, 1.798 TPS. Kota Sukabumi: Pemilih laki-laki 112.074, pemilih perempuan 111.936, total 224.010 pemilih, 576 TPS.

Kota Bandung: Pemilih laki-laki 856.309, pemilih perempuan 847.100, total 1.703.409 pemilih, 4.025 TPS. KOta Cirebon: Pemilih laki-laki 115.236, pemilih perempuan 116.763, total 231.999 pemilih, 542 TPS. Kota Bekasi: Pemilih laki-laki 816.178, pemilih perempuan 815.546, total 1.631.724 pemilih, 3.567 TPS. Kota Depok: Pemilih laki-laki 611.648, pemilih perempuan 607.706, total 1.219.354 pemilih, 2.837 TPS. Kota Cimahi: Pemilih laki-laki 184.233, pemilih perempuan 187.994, total 372.217 pemilih, 847 TPS. Kota Tasikmalaya: Pemilih laki-laki 229.510, pemilih perempuan 224.149, total 453.759 pemilih, 1.140 TPS. Kota Banjar: Pemilih laki-laki 68.400, pemilih perempuan 70.985, total 139.385 pemilih, 306 TPS.

Dalam rapat persiapan penetapan DPT dan pelaksanaan kampanye itu diketahui ada 4 KPU kab/kota yaitu Kab. Bandung, Kab. Kuningan, Kab. Karawang dan Kota Bekasi yang tidak mengirimkan utusannya untuk menyampaikan hasil rapat pleno penetapan DPT. Meski demikian, pihak KPU Jabar telah memiliki data DPT dan jumlah TPS dari ke-4 kab/kota tersebut. (MC/KPUJBR)

Sumber: KPU Provinsi Jawa Barat