Yayat Hidayat, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat

SUMEDANG, PPK-JTW. Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), Yayat Hidayat, mengingatkan agar kegiatan sosialisasi harus dapat meyakinkan pemilih bahwa pemilu merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat menempatkan pemilu sebagai hal penting karena dapat memberikan sesuatu yang diinginkan dan merubah kehidupan masyarakat maupun individu.

“Jangan sampai muncul pemikiran ada jarak antara pemilu dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat. Harus diyakinkan bahwa pemilu merupakan bagian dari kehidupan kita. Semuanya harus merasa sangat berkepentingan terhadap pemilu ,” pesan Yayat kepada PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara), calon KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) berikut Camat Buahdua Kab. Sumedang, Engkan Kuswara.

Ketika berkunjung ke Kantor Kecamatan Buahdua bersama rombongan KPU Sumedang dalam acara Roadshow Sosialisasi Pemilukada 2013, Rabu (23/1), dalam pembekalannya iapun mengibaratkan pemilu dengan makan sehari-hari yang bilamana terlambat maka badan akan lemah, yang akhirnya bisa sakit jika terus-menerus ditinggalkan.

“Pemilu itu sama dengan makan. Upami urang teu tuang sadinten, pasti leuleus, tungtungna jadi gering. Sabab urang mah saumur-umur teu tiasa dipisahkeun jeung sangu. Kajeun urang tos nuang roti, angger we lapar upami can mendak sangu. Nah, bagaimana caranya pemilu bisa seperti itu. Begitu kita tinggalkan badan kita merasa lemah terus sakit, karena pemilu merupakan aktivitas sosial yang samasekali tidak bisa kita tinggalkan,” katanya.

Dengan munculnya keyakinan masyarakat terhadap pemilu sebagai bagian dari kehidupan mereka, maka ia yakin partisipasi masyarakat Kec. Buahdua dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sumedang serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 akan 100 persen, bukan 90 persen seperti yang disampaikan camat.

“Ketika keyakinan itu muncul, saya yakin partisipasi masyarakat Buahdua bukan 95 persen, tapi 100 persen. Janten sateuacana Pak Camat pidato di kantor desa, masyarakat mah tos ngawartosan ti payun: Abdi mah bade dongkap ka TPS, Pak Camat. Margi upami teu dongkap abdi dosa. Jadi tidak harus ada patwa MUI haram, halal, wajib segala macam, tapi muncul dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” yakin Yayat.

Lebih lanjut ditegaskannya, upaya meyakinkan tersebut harus menjadi PR (pekerjaan rumah) penting bagi seluruh stakeholder Kec. Buahdua bagaimana memobilisir masyarakat, agar berpartisipasi aktif dalam Pilbup dan Pilgub, “ Itulah yang saya kira sebagai balasan penghargaan yang diberikan masyarakat Buahdua kepada KPU Sumedang, yang telah menempatkan kemuliaan masyarakat dengan berpartisipasi ikut mencoblos di TPS pada hari Minggu tanggal 24 Februari yang akan datang”.

Bahkan dengan mengangkat Kuda Renggong menjadi maskot “Si Renggong” pada Pemilukada 2013, menurut Yayat, itu menandakan KPU Sumedang telah sangat memuliakan kebudayaan seni tradisional masyarakat Buahdua, “Oleh karenanya, balasan yang paling pas adalah partisipasi masyarakat dengan perolehan suara 95 persen, Pak Camat. Upami henteu kirang ti sakitu hutang saumur-umur. Ditagih ku abdi dugi ka aherat oge”. (MC/KPUJBR)

Sumber: Media Center KPU Provinsi Jawa Barat