KPU Berharap Data Pemilih Tidak Dijadikan Komoditas Politik

Tinggalkan komentar

Ka-Ki: Gamawan Fauzi (Mendagri) dan Husni Kamil (Ketua KPU)

Ka-Ki: Gamawan Fauzi (Mendagri) dan Husni Kamil (Ketua KPU)

JAKARTA, PPK-JTW. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkomitmen penyusunan daftar pemilih pada Pemilu 2014 tidak lagi dijadikan sebagai komoditas politik pihak-pihak tertentu. Hal ini ditegaskan oleh Ketua KPU, Husni Kamil Manik, saat menerima Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Menteri Dalam Negri (Mendagri), Gamawan Fauzi, dan Wakil Menteri Luar Negeri, Wardana, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (7/2).

“Daftar pemilih pada Pemilu 2014 jangan lagi dijadikan sebagai komoditas politik. Setelah menerima DP4 ini, dalam waktu dekat KPU akan mengujinya dengan menggunakan standar ISO terbaru. Dengan pengujian yang terukur dari lembaga Teknologi dan Informasi (TI) resmi, apa yang dilakukan oleh KPU tidak lagi dipandang sebagai kerja sepihak,” ujar Husni usai menandatangani Berita Acara (BA) penyerahan DP4.

KPU, lanjut Husni, saat ini juga sedang mempersiapkan aplikasi Sistem Pendaftaran Pemilih (Sidalih) yang akan digunakan untuk menyusun maupun memutakhirkan daftar pemilih pada Pemilu 2014 mendatang. Ia juga menginginkan agar pada Pemilu 2014 terjadi peningkatan angka partisipasi masyarakat yang signifikan.

“Kalau pada pemilu-pemilu sebelumnya terdapat duplikasi data, saya harap, dengan adanya sinkronisasi antara Kementerian Dalam Negeri dan KPU, itu (duplikasi –red) sudah berada pada zero point. Artinya tidak akan ada lagi duplikasi data,” katanya.

DP4 yang diterima KPU dari Pemerintah hari ini terdiri dari dua jenis, yakni DP4 warga negara Indonesia di dalam negeri dan DP4 warga negara Indonesia di luar negeri. DP4 warga negara Indonesia di dalam negeri berjumlah 175 juta pemilih, sedangkan DP4 warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri sebanyak 2.213.605 pemilih.

Sementara itu, Gamawan Fauzi, mengatakan, penyerahan DP4 dari Pemerintah kepada KPU ini dilakukan serentak di seluruh 33 provinsi dan 491 kabupaten/kota, secara berjenjang. Dengan berbasis pada data hasil perekaman e-KTP, Gamawan menjamin, DP4 yang diserahkan hari ini, jauh lebih akurat jika dibandingkan dengan data pada pemilu-pemilu sebelumnya.

“DP4 ini disusun berdasarkan database kependudukan yang akurasinya sudah ditingkatkan. Kami sudah meminta sebanyak tiga kali kepada jajaran kami di bawah (gubernur, bupati/walikota –red) untuk membuat database yang akurat ini. Selain itu, kami juga meminta kepada mereka untuk melakukan pembersihan data ganda sampai empat kali,” urai Gamawan.

Dengan diserahkannya DP4, lanjut Gamawan, KPU sudah bisa mulai menyusun DPS. Ia berharap, semua warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat, dapat terdaftar sebagai pemilih.

“DP4 yang nanti disinkronisasi dengan Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) yang menjadi dasar penyusunan DPS, semua warga negara yang telah memenuhi syarat dapat terdaftar sebagai pemilih. Tapi jangan terdaftar dua kali,”ucapnya .

Senada, Wakil Menlu, Wardana, mengungkapkan, Indonesia saat ini memiliki perwakilan di 130 negara. Dari jumlah itu, warga negara Indonesia yang masuk di dalam DP4, sebanyak 2.213.605 pemilih.

“Saya harap, warga negara Indonesia di luar negeri yang masuk ke dalam DP4 itu mau menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014 nanti,” tutup Wardhana. (dd/red. FOTO KPU/dosen/hupmas)

Sumber: KPU

Iklan

5 Pasangan Calon Sampaikan Visi-Misi di DPRD

Tinggalkan komentar

5 Pasangan Cagub dan Cawagub Mengikuti Penyampain Visi-Misi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat

BANDUNG, PPK-JTW- Memasuki hari pertama masa kampanye, Kamis (7/2), 5 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 mengawali kegiatan kampanye dengan penyampaian visi-misi dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat. Oleh pimpinan sidang yang juga Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanegara, masing-masing pasangan calon diberi waktu selama 20 menit untuk menyampaikan visi-misi dan programnya.

Dalam sidang di Gedung DPRD Jabar Jl. Diponegoro Bandung yang berlangsung kurang lebih 2,5 jam dari pukul 10.00 hingga 12.30, serta dihadiri mantan Gubernur Jawa Barat R. Nuriana dan Danny Setiawan, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Ihat Subihat dan para komisionernya, penyampaian visi-misi dimulai oleh pasangan calon nomor urut 1 dari jalur perseorangan (independen) yaitu Dikdik Muliana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, dengan visinya TAWADHU (Tertib, Aman, Wibawa, Asri, Dinamis, Harmonis dan Unggul).

Penyampaian visi-misi dilanjutkan oleh pasangan calon nomor urut 2 dari Partai Golongan Karya (Golkar), Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin (Yance) dan Tatang Farhanul Hakim, dengan visinya JABAR MULIA (Makmur, Unggul, Lestasi, Inovatif dan Agamis.

Visi-misi Babarengan Baraya (Bahagia, Sejahtera dan Berkarya) menuju Jabaraya (Jawa Barat Berjaya) disampaikan pasangan nomor nomor urut 3 dari koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dede Yusuf Macan Effendi dan Lex Laksamana Zaenal Lan.

Pasangan calon nomor urut 4 dari koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB), Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, menyampaikan visi-misi Jawa Barat Maju dan Sejahtera untuk Semua.

Selanjutnya, visi-misi Jabar Baru – Jabar Bersih (Jawa Barat Baru yang Adil dan Makmur melalui Pelayanan Birokrasi yang Bersih) disampaikan oleh pasangan calon nomor urut 5 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki.

Penyampaian visi-misi di depan para wakil rakyat tersebut diwarnai tepuk tangan dan yel-yel dari para pendukung pasangan calon masing-masing, terutama mereka yang mendengarkan melalui pengeras suara di luar Gedung DPRD. Kendati diselingi peringatan pimpinan sidang karena visi-misi yang disampaikan 4 pasangan calon melebihi waktu 20 menit, Sidang Paripurna Istimewa DPRD Jabar itu berjalan sangat lancar, aman, tertib, dan terkesan meriah.

Prosesi Pawai Kampanye Damai Usai Penyampaian Visi-Misi

Usai sidang ditutup, sesuai jadwal yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), semua pasangan calon keluar Gedung DPRD lalu berjalan kaki menuju tangga Lapangan Gasibu untuk mengikuti prosesi Pawai Kampanye Damai bersama Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat dan para komisioner lainnya yaitu Teten Setiawan, Ferdhiman, Achmad Heri dan Iin Endah Setiawati, yang dikomandoi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Brigjen Pol. Hengkie Kaluara.

Pasangan yang lebih dulu keluar dari Gedung DPRD dan berjalan menuju menuju tangga Lapangan Gasibu adalah Rieke – Teten Masduki. Bersama pasukan pendukung berbaju kotak-kotak, keduanya tampak menanti 4 pasangan calon lainnya untuk melakukan prosesi Pawai Kampanye Damai. Namun akhirnya mereka mengadakan rapat terbuka dengan pasukan pandukungnya di sebelah barat Gasibu, setelah mengetahui ke-4 pasangan calon lainnya belum beranjak dari areal Gedung Sate. (MC/KPUJBR)

Sumber: Media Center KPU Provinsi Jawa Barat