LOGISTIK PEMILU 2014 GUNAKAN BARANG HABIS PAKAI

Tinggalkan komentar

Foto: KPU RI

Foto: KPU RI

JAKARTA, PPK-JTW– Perhelatan pesta demokrasi Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 tinggal hitungan bulan saja. Salah satu unsur yang memiliki peran sentral dan strategis dalam menentukan keberhasilan pemilu ialah logistik pemilu. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan dan merencanakan logistik secara efektif dan efisien yakni dengan cara menggunakan barang yang habis pakai.

“Kami (KPU-red) telah mendata berapa logistik yang sudah tidak bisa dipakai. Kekurangan itulah yang kita produksi lagi, tetapi tidak lagi menggunakan bahan dari alumunium. Kami mengusulkan ada 2 pilihan yakni bahan plastik dan kardus yang ada lapisan anti airnya, jadi kalau dipakai di wilayah kepulauan ketika kita distribusikan kesana kalau kena air tidak rusak,” ujar Komisioner KPU Arif Budiman, Selasa (3/9), di sela-sela acara orientasi pers yang diselenggarakan oleh KPU yang diikuti oleh wartawan media massa baik cetak maupun elektronik di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan digunakan logistik berbahan plastik dan kardus ialah lebih ekonomis dan tepat guna. “Alasan menggunakan plastik dan kardus adalah pertama lebih murah,” pungkas Arif.

“Kedua, dia (logistik-red) nanti jadi barang habis pakai agar tidak disimpan dalam bentuk lama, karena menyimpan barang dalam bentuk lama juga membutuhkan anggaran lebih besar. Sebagai contoh, KPU Kota surabaya setiap tahun harus mengeluarkan anggaran minimal 100 juta, dan tiap tahun naik sewa gudangnya hanya untuk menyimpan alat-alat itu,” terang Arif mencontohkan.

Terkait dengan alokasi dana logistik, anggaran untuk seluruh logistik pemilu mengambil porsi 24 persen dari total seluruh anggaran yang diajukan oleh KPU.

“Untuk logistik pemilu, kita menganggarkan sekitar 24 persen dari 100 persen anggaran, dan 63 persen digunakan untuk membiayai honorarium petugas ad hoc mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Arif yang juga mantan Komsioner KPU Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, tujuan diselenggarakan orientasi pers ini ialah penyelenggara pemilu yakni KPU dapat mendapatkan masukan dari wartawan yang selama ini meliput pemberitaan tahapan Pemilu 2014.

“Kegiatan ini kita arahkan agar kita lebih saling mengenal antara rekan-rekan pers dengan penyelenggara pemilu, lalu kami memahami kebutuhan rekan-rekan pers dalam proses liputan, contentnya, caranya seperti apa, sehingga ada arus timbal balik, tidak hanya narasumber memberikan materi secara sepihak, memonopoli kebenaran. Tetapi juga bisa ada feedback dari rekan-rekan pers,” papar Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam sambutannya.

Selain itu, Husni juga mengharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan rasa kebersamaan antara KPU dan jurnalis yang meliput penyelenggaraan Pemilu 2014.

“Kalau di militer ada yang namanya jiwa korsa, kita bisa menimbulkan feel seperti itu diantara para jurnalis dengan penyelenggara pemilu. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang mengakibatkan distorsi pemberitaan, dapat diminamilisir dari hari ke hari. Dengan semangat kebersaaman, bisa juga menciptakan suasana yang sinergis antara narasumber dengan rekan-rekan pers,” tutup Husni.

Selain Ketua dan Anggota KPU di atas, orientasi pers tersebut juga dihadiri oleh Anggota KPU lainnya yakni, Sigit Pamungkas dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang bertindak sebagai narasumber. (ook/red)

Sumber: KPU

Iklan

KPU Minta Pemuda Ikut Sukseskan Pemilu

Tinggalkan komentar

KPU MINTA PEMUDA IKUT SUKSESKAN PEMILU

Ka-Ki: Ketua DPP KNPI Taufan Rotorasiko dan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik

JAKARTA, PPK-JTW- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menerima kunjungan pengurus DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Gedung KPU Lantai 1, Selasa sore (3/9).

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik didampingi Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Sigit Pamungkas dan Sekjen KPU Arief Rahman Hakim dalam diskusi dengan para pemuda tersebut mengajak mereka untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2014. Salah satunya berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi Pemilih dari kelompok muda sebagai pemilih yang dominan dalam setiap Pemilu.

“Saya berharap KNPI tidak ikut-ikutan mengajak masyarakat untuk Golput. Itu kontraproduktif dengan sistem politik demokratis yang sedang kita bangun. Kita jangan apatis dengan demokrasi yang sedang berjalan tetapi mari sama-sama kita isi sistem demokrasi itu sehingga makin berkualitas,” terang Husni.

Husni menerangkan dalam setiap penyelenggaraan tahapan Pemilu selalu ada dinamikanya. “Riak-riak pasti ada. Ada riaknya besar. Adapula yang kecil. Tapi itulah tantangan bagi kami para komisioner dengan usia yang rata-rata masih relatif muda,” ujarnya.

KPU kata Husni sejak awal berkomitmen untuk menampilkan wajah yang lebih melayani. “Kami berupaya memaksimalkan pelayanan agar semua peserta Pemilu merasa nyaman. Tapi kami ingatkan bahwa ada aturan yang mengikat semua pihak. Dan semuanya wajib mengikuti aturan itu,” ujarnya.

Ketua DPP KNPI Taufan Rotorasiko yang datang dengan sekitar 20 orang pengurus DPP KNPI mengatakan pemuda dengan kekuatan yang sangat besar merupakan aset penting dalam penguatan sistem politik demokratis di Indonesia.

Karenanya kata Taufan, pihaknya akan terus meningkatkan persuasi kepada para pemuda akan pentingnya Pemilu. Salah satu kegiatan terdekat yang akan dihelat KNPI yakni Simposium Politik Nasional yang akan menghadirkan pemuda dari seluruh Indonesia. Simposioum ini kata Taufan nantinya akan menghasilkan sebuah naskah deklarasi Pemilu Bersih.

KNPI juga berkomitmen membantu KPU dalam melaksanakan sosialisasi Pemilu. “Kami akan bantu sosialisasi Pemilu dengan maksimalkan jaringan struktur organisasi KNPI sampai ke tingkat kecamatan. Kami akan lakukan kampanye antigolput,” ujarnya.

Sigit Pamungkas menegaskan Golput akan selalu ada dalam setiap Pemilu. “Di Negara yang memilih itu diwajibkan pun dan kena denda bagi yang tidak ikut memilih tetap saja ada yang Golput. Apalagi di Negara kita yang menempatkan memilih itu sebagai hak,” ujarnya.

Dengan posisi itu, kata Sigit, tantangan KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih menjadi sangat besar. Sigit menegaskan kunci untuk menyelesaikan problem tren partisipasi yang terus menurun itu hanya dapat dilakukan dengan mewujudkan Pemilu yang berintegritas.

“Berintegritas itu tidak hanya menunjuk ke penyelenggara tetapi juga peserta dan pemilih. Jadi semua stakeholders yang terlibat dalam kegiatan Pemilu itu harus berintegritas,” ujarnya.

Penyelenggara yang berintegritas ditandai dengan sikapnya yang selalu merujuk pada aturan dalam menjalankan tahapan Pemilu. Sementara peserta yang beritegritas berarti dalam kegiatan kampanye mengedepankan gagasan bukan uang.

Dalam konteks peningkatan partisipasi, Sigit menyarankan KNPI melakukan ekspansi ke luar komunitas pemuda. Dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan kepada segmen pemilih yang memiliki akses informasi terbatas seperti kelompok ibu-ibu dan kaum marginal.

Ferry Kurnia Riskiyansyah mengungkap berdasarkan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) pemilih yang berusia 17 sampai 30 tahun sebanyak 56 juta. “Ini menujukkan bahwa pemilih kita didominasi kaum muda. Karenanya peran KNPI dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 menjadi sangat strategis,” ujarnya. (gd/red. FOTO KPU/domin/hupmas)

Sumber: KPU