Petunjuk Teknis dan Jadwal Perbaikan NIK/NKK Invalid

Tinggalkan komentar

JATIWARAS, PPK-JTW – Sebagaimana diketahui, setelah KPU RI menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 (Pileg), 4 Nopember 2013, di Jakarta, masih menyisakan  catatan. Sebanyak 10,4 juta pemilih tercatat belum disertai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang benar (invalid/kosong). Untuk Kecamatan Jatiwaras sendiri jumlah pemilih yang belum disertai NIK tak kurang dari 971 orang.

Oleh karena itu, KPU RI beserta jajarannya diberi waktu selama satu bulan untuk memperbaikinya. Sebagai tindak lanjutnya  KPU RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 756 Tahun 2013 yang berisi petunjuk teknis (juknis) dan jadwal kegiatan perbaikan NIK invalid.

Berikut ini Petunjuk Teknis (Juknis) dan Jadwal Kegiatan Perbaikan NIK invalid:

Iklan

MAHASISWA DIMINTA PEDULI PEMILU

Tinggalkan komentar

Seminar KPU Goes to Campus Kamis (7/11), di Universitas Lampung (Unila)

Seminar KPU Goes to Campus Kamis (7/11), di Universitas Lampung (Unila)

BANDAR LAMPUNG, PPK-JTW – Di depan para peserta Seminar KPU Goes to Campus, Kamis (7/11), di Universitas Lampung (UNILA), Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono, menegaskan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki target sempurna memastikan keikutsertaan pemilih menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014, “partisipasi pemilih harus meningkat”, tegasnya.

Upaya ini gencar dilakukan mengingat adanya kecenderungan penurunan tingkat partisipasi pemilih. Dari data yang ada menunjukkan dalam tiga kali pemilu, yakni 1999, 2004 dan 2009, secara konsisten tingkat partisipasi pemilih terus mengalami penurunan.

Salah satu cara meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu KPU RI bekerjasama dengan KPU provinsi Lampung dan Universitas Lampung (UNILA) menyelenggarakan Seminar KPU Goes to Campus dengan mengusung tema peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu, bertempat di Gedung B FISIP Universitas Lampung (UNILA).

Seminar ini, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, sehingga jumlah partisipasi pada pemilu 2014 dapat mencapai target nasional 75%. Demikian dikatakan Ketua KPU Provinsi Lampung dalam sambutan di awal acara.

Hadir dalam kesempatan Seminar ini tiga orang narasumber, anggota KPU Provinsi Lampung Handy Mulyaningsih memaparkan materi Ayo Memilih, Bambang Eka Wijaya Pemimpin Umum Lampung Pos memaparkan materi Mendayung Perahu Bangsa, Wahyu Sasongko Dosen Hukum Perdata Unila memaparkan materi Hak Rakyat untuk Memilih, yang dipandu Moderator Denden Kurnia Drajat.

Dalam paparannya, Handy mengatakan mahasiswa sebagai agent of change  (agen perubahan) diharapkan mampu menularkan pengetahuan mereka kepada masyarakat tentang pentingnya Pemilu. KPU Goes to Campus, ujar Handy, selain memberi pemahaman tentang Pemilu, juga menjadi upaya peningkatan pemahaman akan demokrasi dan pentingnya pengetahuan politik.

“Kami berikan pemahaman agar mereka pada 9 April 2014, dapat memberikan suaranya, tidak menjadi golput (golongan putih) dan bisa memilih calonnya yang berkualitas untuk pembangunan bangsa”, kata Handy.

Sementara itu, Wahyu menilai sosialisasi perlu dilakukan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai pemilih pemula. Selain itu, mahasiswa dapat diposisikan sebagai tenaga sukarela untuk mengawasi jalannya pemilu.

Pendapat serupa disampaikan Bambang Eka Wijaya, mahasiswa menjadi agen pembangunan karena fungsinya sama sebagai kelompok yang efektif memengaruhi dan menggerakkan masyarakat. Pemilu juga bentuk pembangunan. “Pemikiran dan sikap mereka menjadi perintis adanya peradaban”, papar Bambang.

“Tanpa partisipasi optimal dari rakyat dalam sebuah proses demokrasi juga tak akan berjalan optimal. Artinya, tujuan bersama masyarakat bangsa dalam bernegara ini tak kunjung tercapai”, lanjut Bambang.

Di akhir acara ada sesi pembagian doorprize dengan memberi pertanyaan kepada para peserta yang bisa menjawab beberapa pertanyaan dari para narasumber, dilanjutkan pemberian sertifikat kepada para peserta dan penyerahan plakat dari KPU kepada pihak Kampus. (dosen/red. FOTO KPU/dosen/hupmas)

Sumber: KPU