PPK Kecamatan Jatiwaras Hadiri Rakor ODP PPK se-Kabupaten Tasikmalaya

Tinggalkan komentar

Rapat Koordinasi pemutakhiran data pemilih, Jumat (20/12), di Kantor KPU Kab. Tasikmalaya (Foto: ZA)

SINGAPARNA, PPK-JTW – Sesuai dengan surat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya Nomor 299 tentang Pemutakhiran Data Pemilih dan Pencetakan DPT, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jatiwaras turut serta menghadiri rapat koordinasi para Operator Data Pemilih (ODP) PPK se-Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat siang (20/12), di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya.

Rapat tersebut dihadiri oleh empat Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya, yaitu H. Deden Nurul Hidayat, ST., MM (Ketua), H. Dadan Bardan, S.Ag (Anggota), Subhan Agung, S.IP, M.A (Anggota), Zamzam Zamaludin, SP, dan para OPD PPK dari 39 kecamatan. Sementara dari Kecamatan Jatiwaras sendiri diwakili langsung oleh Ketuanya, Zainal Alimin, S.HI., M.SI.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, H. Deden Nurul Hidayat, ST., MM, dalam sambutannya, rakor ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran KPU RI Nomor 838 tahun 2013 tentang penyempurnaan DPT dan KPU Provinsi Jawa Barat Nomor 1219 tahun 2013 tentang pencetakan, penyempurnaan DPT, dan penyusunan Daftar Pemilih Khusus.

“Rapat ini diselenggarakan untuk menindaklanjuti atas edaran KPU Provinsi Jawa Barat Nomor 1219 dan KPU RI Nomor 838,” ujarnya mengawali prakatanya pada pertemuan tersebut.

Dalam rakor yang dipimpin Anggota KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Program dan Data, Subhan Agung, S.IP, M.A ini membahas tiga agenda pokok, yaitu perbaikan data ganda, pembersihan data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal dunia, belum cukup umur, tidak dikenali, anggota TNI/Polri, dan pindah domisili, dan mekanisme penyusunan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, setelah penetapan DPT Perbaikan NIK tingkat nasional per 4 Desember 2013, DPT masih menyisakan 3,3 juta pemilih dengan NIK invalid/kosong, alamat dan tanggal lahir pemilih yang belum lengkap/nihil, dan sejumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat. Karena itu, KPU RI mengeluarkan Surat Edaran Nomor 382 Tahun 2013 tentang Penyempurnaan DPT untuk menyikapi rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang disertai Jadwal Kerja dan Petunjuk Teknis (Juknis) penyusunan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Komisioner lainnya, H. Dadan Bardan S.Ag, menyebutkan, data ganda yang dikirim oleh KPU RI untuk Kabupaten Tasikmalaya mencapai 15.500.  Artinya, ada sekitar 7.750 pasangan data ganda pemilih. Sementara untuk Kecamatan Jatiwaras tak kurang dari 230 data ganda atau sekitar 115 pasangan data ganda. Perbaikan data ganda dan pembersihan data pemilih yang tidak memenuhi syarat ini harus diselesaikan paling lambat tanggal 25 Desember 2013.

Di samping itu, seperti yang telah disampaikan pula pada Tim Relawan Demokrasi Kabupaten Tasikmalaya yang sudah terbentuk beberapa hari sebelumnya, ia berharap:

“Tidak ada seorangpun yang tidak tahu Pemilu 9 April 2014. Tidak ada seorangpun yang mempunyai hak pilih tidak terdaftar di daftar pemilih. Tidak ada seorangpun yang terdaftar di daftar pemilih yang tidak hadir di TPS. Dan tidak ada seorangpun yang hadir di TPS tidak mencoblos atau surat suaranya tidak sah,” tegasnya.

Sementara untuk penyusunan Daftar Pemilih Khusus DPK), PPS dan PPK diberi waktu hingga 14 hari sebelum hari pemungutan dan penghitungan suara,  untuk kemudian ditetapkan oleh KPU Provinsi paling lama tujuh hari berikutnya.

Rapat ditutup dengan sesi tanya-jawab dari PPK ke KPU Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya mengenai mekanisme perbaikan data ganda.

©2013 admin

Iklan

Petunjuk Teknis dan Jadwal Perbaikan NIK/NKK Invalid

Tinggalkan komentar

JATIWARAS, PPK-JTW – Sebagaimana diketahui, setelah KPU RI menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 (Pileg), 4 Nopember 2013, di Jakarta, masih menyisakan  catatan. Sebanyak 10,4 juta pemilih tercatat belum disertai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang benar (invalid/kosong). Untuk Kecamatan Jatiwaras sendiri jumlah pemilih yang belum disertai NIK tak kurang dari 971 orang.

Oleh karena itu, KPU RI beserta jajarannya diberi waktu selama satu bulan untuk memperbaikinya. Sebagai tindak lanjutnya  KPU RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 756 Tahun 2013 yang berisi petunjuk teknis (juknis) dan jadwal kegiatan perbaikan NIK invalid.

Berikut ini Petunjuk Teknis (Juknis) dan Jadwal Kegiatan Perbaikan NIK invalid:

KPU Kab. Tasikmalaya Menerima Pendaftaran Relawan Demokrasi

Tinggalkan komentar

A. Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tasikmalaya membuka Pendaftaran Relawan Demokrasi Kabupaten Tasikmalaya.

B. Persyaratan Relawan Demokrasi Kabupaten Tasikmalaya adalah sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Berusia minimal 17 Tahun pada saat mendaftar. Khusus untuk relawan pemilih pemula maksimal berusia 25 Tahun;
  3. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat;
  4. Berdomisili di wilayah Kabupaten Tasikmalaya;
  5. Non-partisan, sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun terakhir;
  6. Memiliki komitmen menjadi relawan pemilu;
  7. Terdaftar sebagai pemilih;
  8. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik;
  9. Bertanggungjawab dan berakhlak baik;
  10. Bukan bagian dari penyelenggara pemilu;
  11. Memiliki pengalaman terkait kegiatan penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan/kemahasiswaan;
  12. Tidak pernah terlibat tindak pidana atau tidak sedang menjalani proses hukum atas tindak pidana;

C. Persyaratan tersebut dilengkapi dengan:

  1. Surat lamaran menjadi Relawan Demokrasi Kabupaten Tasikmalaya dengan mencantumkan segmen pemilih yang menjadi kelompok sasaran sosialisasi;
  2. Fotokopi KTP yang masih berlaku dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;
  3. Fotokopi ijazah SLTA atau sederajat dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;
  4. Pas foto 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar;
  5. Surat pernyataan yang meliputi: a. Sanggup melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Relawan Demokrasi di Kabupaten Tasikmalaya; b. Tidak menjadi anggota partai politik sekurang-kurangnya dalam 5 (lima) tahun terakhir, dan tidak dalam kedudukan sebagai calon anggota DPD; c. Tidak pernah terlibat tindak pidana atau tidak sedang menjalani proses hukum atas tindak pidana; d. Bukan bagian dari penyelenggara pemilu 2014.
  6. Surat keterangan terdaftar sebagai pemilih dari PPS;
  7. Daftar Riwayat hidup;
  8. Makalah singkat maksimal 4 (empat) halaman folio font Times New Roman Spasi 1,5 dengan tema:

a. Meningkatkan kualitas proses pemilu;

b. Meningkatkan partisipasi pemilih;

c. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi;

d. Membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokratisasi;

D. Berkas persyaratan disampaikan masing-masing rangkap 3 (tiga) yang terdiri dari 1 (satu) rangkap asli dan 2 (dua) rangkap fotokopi;

E. Keterangan lebih lanjut dapat diperoleh di Sekretariat KPU Kabupaten Tasikmalaya Jl. Raya Timur Singaparna No. 416A Desa Cipakat Kecamatan Singaparna;

F. Dokumen pendaftaran dapat diantar langsung ke Sekretariat KPU Kabupaten Tasikmalaya Jl. Raya Timur Singaparna No. 416A Desa Cipakat Kecamatan Singaparna;

G. Waktu penerimaan dokumen pendaftaran mulai tanggal 25 Oktober 2013 dan ditutup pada 31 Oktober 2013 pada hari dan jam kerja mulai pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB;

H. Tahapan rekrutmen berikutnya akan diumumkan kemudian.

I. Pendaftaran dan seleksi tidak dipungut biaya.

LOGISTIK PEMILU 2014 GUNAKAN BARANG HABIS PAKAI

Tinggalkan komentar

Foto: KPU RI

Foto: KPU RI

JAKARTA, PPK-JTW– Perhelatan pesta demokrasi Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 tinggal hitungan bulan saja. Salah satu unsur yang memiliki peran sentral dan strategis dalam menentukan keberhasilan pemilu ialah logistik pemilu. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan dan merencanakan logistik secara efektif dan efisien yakni dengan cara menggunakan barang yang habis pakai.

“Kami (KPU-red) telah mendata berapa logistik yang sudah tidak bisa dipakai. Kekurangan itulah yang kita produksi lagi, tetapi tidak lagi menggunakan bahan dari alumunium. Kami mengusulkan ada 2 pilihan yakni bahan plastik dan kardus yang ada lapisan anti airnya, jadi kalau dipakai di wilayah kepulauan ketika kita distribusikan kesana kalau kena air tidak rusak,” ujar Komisioner KPU Arif Budiman, Selasa (3/9), di sela-sela acara orientasi pers yang diselenggarakan oleh KPU yang diikuti oleh wartawan media massa baik cetak maupun elektronik di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan digunakan logistik berbahan plastik dan kardus ialah lebih ekonomis dan tepat guna. “Alasan menggunakan plastik dan kardus adalah pertama lebih murah,” pungkas Arif.

“Kedua, dia (logistik-red) nanti jadi barang habis pakai agar tidak disimpan dalam bentuk lama, karena menyimpan barang dalam bentuk lama juga membutuhkan anggaran lebih besar. Sebagai contoh, KPU Kota surabaya setiap tahun harus mengeluarkan anggaran minimal 100 juta, dan tiap tahun naik sewa gudangnya hanya untuk menyimpan alat-alat itu,” terang Arif mencontohkan.

Terkait dengan alokasi dana logistik, anggaran untuk seluruh logistik pemilu mengambil porsi 24 persen dari total seluruh anggaran yang diajukan oleh KPU.

“Untuk logistik pemilu, kita menganggarkan sekitar 24 persen dari 100 persen anggaran, dan 63 persen digunakan untuk membiayai honorarium petugas ad hoc mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” kata Arif yang juga mantan Komsioner KPU Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, tujuan diselenggarakan orientasi pers ini ialah penyelenggara pemilu yakni KPU dapat mendapatkan masukan dari wartawan yang selama ini meliput pemberitaan tahapan Pemilu 2014.

“Kegiatan ini kita arahkan agar kita lebih saling mengenal antara rekan-rekan pers dengan penyelenggara pemilu, lalu kami memahami kebutuhan rekan-rekan pers dalam proses liputan, contentnya, caranya seperti apa, sehingga ada arus timbal balik, tidak hanya narasumber memberikan materi secara sepihak, memonopoli kebenaran. Tetapi juga bisa ada feedback dari rekan-rekan pers,” papar Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam sambutannya.

Selain itu, Husni juga mengharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan rasa kebersamaan antara KPU dan jurnalis yang meliput penyelenggaraan Pemilu 2014.

“Kalau di militer ada yang namanya jiwa korsa, kita bisa menimbulkan feel seperti itu diantara para jurnalis dengan penyelenggara pemilu. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang mengakibatkan distorsi pemberitaan, dapat diminamilisir dari hari ke hari. Dengan semangat kebersaaman, bisa juga menciptakan suasana yang sinergis antara narasumber dengan rekan-rekan pers,” tutup Husni.

Selain Ketua dan Anggota KPU di atas, orientasi pers tersebut juga dihadiri oleh Anggota KPU lainnya yakni, Sigit Pamungkas dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang bertindak sebagai narasumber. (ook/red)

Sumber: KPU

TINGKATKAN LAYANAN INFORMASI, KPU KEMBANGKAN WEBSITE

Tinggalkan komentar

JAKARTA, PPK-JTW—Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus meningkatkan layanan informasi penyelenggaraan tahapan Pemilu 2014 kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada semua tahapan penyelenggaraan pemilu.

Ketua KPU Husni Kamil Manik, Senin (1/7) mengatakan pihaknya membuka akses informasi yang seluas-luasnya kepada publik tentang tahapan penyelenggaraan pemilu. Salah satu terobosan yang dilakukan KPU, pada tahap pencalonan, KPU menginformasikan kepada publik riwayat hidup para caleg. Menurutnya, informasi itu penting untuk menambah referensi bagi pemilih dalam menentukan pilihan.

Untuk meningkatkan kualitas layanan informasi, lanjut Husni, KPU juga terus mengembangkan website yang saat ini sudah dimiliki 75 persen satuan kerja (satker) provinsi dan 50 persen satker kabupaten/kota. Website di semua level penyelenggara pemilu itu akan diupayakan dapat terintegritas dengan website KPU.

“Dengan cara ini suplai informasi kepada masyarakat akan lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Begitu juga dalam hal layanan informasi tentang daftar pemilih. KPU, kata Husni sedang berupaya mengadakan server dengan kapasitas besar yang dapat menampung 190 juta data pemilih. Layanan informasi ini diupayakan dapat diakses oleh semua masyarakat untuk mereka gunakan dalam mengecek apakah dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum.

Sementara untuk percepatan informasi penghitungan suara, KPU menargetkan dalam waktu 24 jam semua sertifikat hasil penghitungan suara (C1) sudah sampai di KPU Kabupaten/Kota. Sembari menunggu penghitungan manual yang dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan rekapitulasi yang dilakukakan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), petugas di kabupaten/kota sudah dapat melakukan entry data C1.

“Kami memilih kabupaten/kota sebagai basis entry data karena ruangannya lebih besar dan publik dapat melihat secara langsung proses entry datanya yang dilakukan petugas,” ujar Husni.

Meski akses informasi dari KPU dibuka seluas-luasnya kepada publik tetapi hanya terbatas pada tahapan penyelenggaraan pemilu 2014. Untuk informasi yang berkaitan dengan peserta pemilu yang juga menjadi kebutuhan publik, media memiliki peran yang lebih strategis. Sebab media dapat membedah secara mendalam tentang visi, misi dan program dari setiap partai dan menjelaskan perbedaan partai yang satu dengan yang lain. (gd)

Sumber: KPU

KPU Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Sortir Surat Suara Pilgub

Tinggalkan komentar

TASIKMALAYA, PPK-JTW – Surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013 untuk Kota Tasikmalaya sebanyak 465.103 lembar, sesuai jumlah DPT (daftar pemilih tetap) 453.759 ditambah cadangan 2,5 persen atau 11.344 lembar, Selasa (12/2) pagi mulai disortir dan dilipat oleh 70 orang dari PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang dikerahkan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) masing-masing.

Kegiatan penyortiran dilakukan di gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) komplek perkantoran Pemerintah Kota Tasikmalaya Jl. Ir. H. Juanda, dari pukul 9.00 hingga 17.00. Namun pada hari pertama kemarin pihak KPU Kota Tasikmalaya mempersilakan PPK dan PPS dari Kec. Mangkubumi, Kawalu dan Cipedes bekerja sampai larut, apabila penyortiran surat suara untuk kecamatan dan desa/kelurahannya ingin cepat selesai.

Dengan demikian, proses penyortiran dapat diselesaikan sesuai target selama 6 hari yaitu dari 12 s/d. 17 Februari mendatang, sehingga Kamis besok giliran PPK dan PPS dari Kec. Cibeureum, Tamansari dan Indihiang yang masuk gudang KPU untuk menyortir surat suara. Dilanjutkan Sabtu (16/2) sampai Minggu keesokan harinya oleh PPK dari 4 kecamatan lainnya yaitu Kec. Tawang, Cihideung, Bungursari dan Purbaratu.

Pantauan di lapangan Selasa sore kemarin membuktikan, penyortiran surat suara disaksikan oleh Sekretaris KPU Kota Tasikmalaya, Slamet, Kasubag Teknis Yayan Sofyan dan beberapa staf KPU lainnya, di bawah pengawasan pihak Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) serta dijaga belasan petugas keamanan dari Polres dan Satpol Pamong Praja.

“Kami ingin penyortiran dan pelipatan surat suara bisa selesai secepatnya, bahkan sebelum tanggal 17,” harap Slamet seraya menjelaskan, penyortiran surat suara yang dikirim dari percetakan Inkopol di Jakarta pada Jumat lalu sebanyak 233 koly (tiap koly berisi 2.000 lembar) dialokasikan per-TPS (tempat pemungutan suara) oleh PPS masing-masing. Karena PPS-lah yang mengetahui persis jumlah pemilih di tiap TPS.

Surat Suara Kab.Tasikmalaya

Sama halnya dengan Kabupaten Tasikmalaya, penyortiran dan pelipatan surat suara Pilgub 2013 dimulai Selasa kemarin yang juga melibatkan PPK dan PPS serta ditargetkan selesai 6 hari. Karena jumlah surat suara yang dikirim jauh lebih banyak dibanding untuk Kota Tasikmalaya, yaitu 1.367.488 atau sebanyak 1.334.135 berdasarkan DPT ditambah 2,5 persen atau 33.353 lembar, maka menurut Kasubag Umum dan Logistik KPU Kab. Tasikmalaya Mamat Rahmat, kegiatan penyortiran dibagi 3 gelombang yang tiap gelombangnya terdiri dari 13 kecamatan.

Penyortiran surat suara di Sekretariat KPU Kab. Tasikmalaya Jl. Raya Timur Cipakat Singaparna, ditargetkan selesai secepatnya sehingga dilakukan secara maraton dan bergiliran selama 24 jam per-hari. Untuk hari pertama kemarin dikonsentrasikan bagi TPS di 13 kecamatan yaitu Kec. Cigalontang, Singaparna, Karangnunggal, Cipatujah, Cikatomas, Cisayong, Pagerageung, Manonjaya, Puspahiang, Salawu, Ciawi, Sodonghilir dan Cikalong, dengan melibatkan lebih dari 100 anggota PPK dan PPS yang bekerja di lantai 1 dan lantai 3 kantor KPU.

Usai ke-13 kecamatan tersebut, penyortiran dan pelipatan surat suara dilanjutkan oleh PPK Gelombang 2 yang meliputi Kec. Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, Jatiwaras, Sukaratu, Rajapolah, Bojong Gambir, Taraju, Leuwisari, Padakembang, Sukaresik, Parungponteng dan Bantar Kalong. Selanjutnya oleh PPK Gelombang 3 meliputi Kec. Cibalong, Bojongasih, Culamega, Cineam, Karang Tanjung, Mangunreja, Sariwangi, Sukahening, Jamanis, Kadipaten, Sukarame dan Pancatengah. (MC/KPUJBR)

Sumber: KPU Provinsi Jawa Barat

KPU Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Sortir dan Pelipatan Surat Suara

Tinggalkan komentar

TASIKMALAYA, PPK-JTW – Mulai hari Selasa, 12 Februari 2013 hingga 17 Februari 2013, KPU Kabupaten Tasikmalaya melakukan sortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2013 di kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Jl. Raya Timur Singaparna no.416A Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Penyortiran dan pelipatan surat suara dibantu oleh anggota PPK dari 39 PPK se kabupaten Tasikmalaya yang dibagi dalam 3 (tiga) gelombang. Gelombang I tanggal 12 Februari 2013 s.d 13 Februari 2013 meliputi kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, Cikalong, Sodonghilir, Salawu, Manonjaya, Singaparna, Cigalontang, Cisayong, Ciawi, Pagerageung, Puspahiang dan Cikatomas.

Gelombang II tanggal 14 Februari 2013 s.d 15 Februari 2013 meliputi kecamatan Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, Jatiwaras, Sukaratu, Rajapolah, Bojonggambir, Taraju, Leuwisari, Padakembang, Sukaresik, Parungponteng, dan Bantarkalong.

Gelombang III tanggal 16 Februari 2013 s.d 17 Februari 2013 meliputi kecamatan Cibalong, Bojong Asih, Culamega, Cineam, Karangjaya, Gunung Tanjung, Mangunreja, Sariwangi, Sukahening, Jamanis, Kadipaten, Sukarame dan Pancatengah.

Jumlah dus surat suara yang diterima oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya dari KPU Provinsi Jawa Barat adalah sebanyak 665 dus. Dengan jumlah pemilih di Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai 1.334.135 pemilih maka jumlah surat suara yang diterima adalah sebanyak 1.367.508 lembar surat suara. Jumlah ini sudah ditambah 2,5% untuk masing-masing TPS dengan jumlah total 33.373 lembar surat suara. Setelah dilakukan penyortiran dan pelipatan, surat suara ini akan dikirim ke 2955 TPS yang tersebar di 351 desa dari 39 kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.(A*)

Sumber: KPU Kabupaten Tasikmalaya

Older Entries